Di situsprediksibola.com, perjalanan Manchester United di ajang Piala FA harus berakhir lebih awal setelah menelan kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada laga putaran ketiga. Bermain di Old Trafford, Man United vs Brighton, tuan rumah tampil dominan secara statistik, namun gagal mengonversi keunggulan tersebut menjadi hasil positif.
Brighton justru tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.
Baca Juga: Liverpool Siap Hadapi Barnsley di Piala FA, Cedera dan Bursa Transfer Jadi Sorotan
Jalannya Pertandingan Man United vs Brighton
Babak Pertama
Man United langsung menguasai jalannya laga sejak menit awal dengan penguasaan bola lebih tinggi. Namun dominasi tersebut tidak diiringi efektivitas di sepertiga akhir.
Brighton membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Brajan Gruda. Gol tersebut tercipta setelah Brighton memanfaatkan ruang di lini belakang Man United yang terlambat melakukan transisi bertahan. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, Man United meningkatkan intensitas serangan. Namun justru Brighton kembali mencetak gol pada menit ke-64 lewat Danny Welbeck, yang memaksimalkan peluang dengan penyelesaian klinis.
Man United akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 melalui Benjamin Šeško. Gol tersebut sempat membuka harapan comeback, tetapi situasi semakin sulit setelah Shea Lacey menerima kartu merah di menit ke-90. Skor 1-2 bertahan hingga laga berakhir.
Statistik Pertandingan Man United vs Brighton

Secara angka, Man United unggul di banyak aspek:
- Tembakan: Man United 19 – 9 Brighton
- Tembakan tepat sasaran: Man United 7 – 2 Brighton
- Penguasaan bola: Man United 60% – 40% Brighton
- Tendangan sudut: Man United 6 – 1 Brighton
Namun Brighton unggul dalam efektivitas dan ketenangan dalam mengeksekusi peluang.
Rating Pemain Man United
Kiper
-
Senne Lammens – 6.0
Tidak membuat kesalahan fatal, tetapi minim peluang melakukan penyelamatan krusial.
Bek
- Diogo Dalot – 6.5
Aktif membantu serangan, namun kerap terlambat saat transisi bertahan. - Harry Maguire – 6.0
Kuat di duel udara, tetapi kurang cepat menutup ruang. - Lisandro Martinez – 5.5
Kurang solid dalam menjaga organisasi pertahanan. - Patrick Dorgu – 5.5
Beberapa kali kehilangan posisi.
Gelandang
- Bruno Fernandes – 6.5
Kreatif dan aktif, tetapi terlalu sering memaksakan umpan berisiko. - Kobbie Mainoo – 6.0
Bekerja keras namun kalah duel di area penting. - Casemiro – 6.0
Berpengalaman, tetapi tempo permainan kurang cepat.
Penyerang
- Mason Mount – 5.5
Minim kontribusi di area final. - Matheus Cunha – 6.0
Mobilitas baik, penyelesaian kurang maksimal. - Benjamin Šeško – 7.0
Pencetak gol dan ancaman utama lini depan.
Pemain Pengganti
-
Shea Lacey – 4.0
Kartu merah di menit akhir mematikan peluang comeback.
Baca Juga: Manchester United Tanpa Amorim: Alarm Bahaya Sudah Berbunyi!
Analisis Taktik dan Kesalahan Fatal Man United vs Brighton

Man United sebenarnya mengontrol pertandingan, tetapi gagal dalam beberapa aspek krusial. Pertama, dominasi penguasaan bola tidak diiringi kualitas peluang. Banyak tembakan dilepaskan dari posisi kurang ideal.
Kedua, garis pertahanan yang terlalu tinggi membuat Brighton leluasa menyerang ruang kosong. Gol pertama menjadi contoh nyata lemahnya transisi bertahan Man United.
Ketiga, tidak ada penyesuaian taktik signifikan setelah tertinggal dua gol. Brighton yang bermain lebih dalam tetap mampu meredam tekanan karena Man United terus menggunakan pola serangan yang sama.
Terakhir, masalah disiplin kembali muncul. Kartu merah di menit akhir menunjukkan lemahnya kontrol emosi di momen krusial, sesuatu yang sangat merugikan di laga sistem gugur seperti Piala FA.
Kesimpulan Man United vs Brighton
Hasil Man United vs Brighton berakhir dengan kekalahan 1-2 yang memastikan tersingkirnya Setan Merah dari Piala FA. Meski unggul statistik, Man United gagal tampil efektif dan melakukan kesalahan mendasar dalam transisi bertahan serta pengambilan keputusan.
Sebaliknya, Brighton menunjukkan bahwa efektivitas, disiplin, dan ketenangan mampu mengalahkan dominasi permainan. Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Man United bahwa kontrol pertandingan tanpa ketajaman dan kedewasaan taktik tidak cukup untuk memenangkan laga besar.