Portal Situsprediksibola.com, menyajikan informasi seputar sepak bola terbaru. Manchester United kembali menjadi sorotan setelah muncul respons keras klub terhadap komentar Paul Scholes dan Nicky Butt yang dinilai meremehkan Lisandro Martinez. Dalam pernyataan internal yang berkembang di lingkungan klub, MU kecam ejekan Scholes dan Butt tersebut tidak mencerminkan semangat membangun yang saat ini sedang ditanamkan oleh manajemen dan staf pelatih.
Menariknya, yuk kita lihat lebih dekat bagaimana respons MU ini tidak berdiri sendiri, tetapi juga berkaitan dengan perubahan besar yang sedang terjadi di ruang ganti Setan Merah sejak Michael Carrick mengambil peran penting di tim utama. Atmosfer latihan, komunikasi antarpemain, hingga standar performa kini disebut mengalami pergeseran signifikan.
Baca Juga: Daftar Transfer Resmi Liga Inggris Januari 2026: Pergerakan Klub Premier League Semakin Panas
MU kecam ejekan Scholes dan Butt Terhadap Lisandro Martinez
MU kecam ejekan Scholes dan Butt karena dinilai menyudutkan Lisandro Martinez secara tidak proporsional. Bek asal Argentina tersebut disebut justru menjadi salah satu figur penting dalam menjaga stabilitas lini belakang MU, baik di lapangan maupun di ruang ganti.
Lisandro Martinez sendiri dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa suasana latihan MU kini terasa jauh lebih hidup dan fokus. Ia menilai pendekatan Michael Carrick berbeda dengan pelatih sebelumnya, bukan hanya soal taktik, tetapi juga kejelasan peran dan komunikasi. Perubahan ini membuat para pemain lebih percaya diri dan merasa dihargai.
Era Michael Carrick dan Standar Baru Manchester United
Michael Carrick secara terbuka menegaskan bahwa performa MU saat menghadapi Manchester City harus dijadikan standar baru. Kemenangan dan disiplin permainan di laga besar itu dianggap sebagai cerminan identitas tim yang ingin dibangun.
MU kecam ejekan Scholes dan Butt karena komentar semacam itu dinilai berpotensi merusak proses ini. Carrick ingin seluruh elemen klub, termasuk para legenda, mendukung transisi yang sedang berjalan, bukan justru menambah tekanan dengan kritik personal yang tidak konstruktif.
Suara Pemain: Casemiro dan Kenyamanan di MU
Perubahan atmosfer juga dirasakan Casemiro. Gelandang asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa bermain di MU saat ini terasa lebih menyenangkan dan kompetitif dibandingkan pengalamannya di klub sebelumnya. Ia menilai komunikasi yang terbuka dan kepercayaan pelatih menjadi faktor penting.
Pernyataan Casemiro memperkuat alasan MU kecam ejekan Scholes dan Butt. Klub ingin melindungi ruang ganti yang sedang tumbuh positif, terutama bagi pemain-pemain yang menjadi tulang punggung tim seperti Lisandro Martinez.
Baca juga: Man United vs Brighton: MU Harus tersingkir Dari Piala FA Usai Kalah 2-1!
Dampak Ejekan Scholes dan Butt terhadap Mental Pemain

Di internal klub, komentar bernada meremehkan dianggap bisa berdampak langsung pada mental pemain. MU menilai kritik seharusnya disampaikan secara proporsional dan berbasis performa, bukan menyerang karakter atau kapasitas individu.
Lisandro Martinez sejauh ini tetap menunjukkan profesionalisme. Ia memilih menjawab kritik lewat performa di lapangan, sekaligus membuktikan bahwa kepercayaan klub kepadanya bukan tanpa dasar.
Kesimpulan
Man United sangat mengecam ejekan Scholes dan Butt sebagai bentuk perlindungan terhadap pemain dan proses transformasi tim. Di bawah Michael Carrick, Manchester United tengah membangun fondasi baru yang menitikberatkan pada kepercayaan, komunikasi, dan standar performa yang jelas.
Pembelaan terhadap Lisandro Martinez menjadi simbol bahwa MU tidak lagi membiarkan kritik internal merusak stabilitas tim. Fokus kini diarahkan penuh ke konsistensi permainan dan pembuktian di lapangan, bukan sekadar perdebatan opini di luar pertandingan.