Portal Situsprediksibola.com, menyajikan informasi seputar sepak bola terbaru. Hasil laga Albacete vs Real Madrid pada babak 16 besar Copa del Rey menghadirkan salah satu kejutan terbesar musim ini. Bermain di Estadio Carlos Belmonte, Real Madrid harus mengakui keunggulan Albacete dengan skor 2-3, meski tampil dominan hampir sepanjang pertandingan.
Kekalahan ini langsung menjadi sorotan karena Real Madrid datang sebagai favorit kuat. Namun, efektivitas Albacete serta lemahnya konsentrasi lini belakang Madrid di momen krusial membuat El Real tersingkir lebih cepat dari ajang Copa del Rey.
Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Newcastle United Liga Champions 29 Januari 2026
Jalannya Pertandingan Albacete vs Real Madrid
Pertandingan Albacete vs Real Madrid berlangsung terbuka sejak menit awal. Tuan rumah mengejutkan publik lewat gol Javi Villar pada menit ke-42 yang membawa Albacete unggul lebih dulu. Real Madrid merespons cepat melalui gol Franco Mastantuono pada menit ke-45+3 untuk menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, Albacete kembali unggul setelah Jefte Betancor mencetak gol pada menit ke-82. Madrid sempat memberi harapan lewat gol Gonzalo García Torres di menit ke-90+1, namun Albacete memastikan kemenangan dramatis melalui gol penentu di masa injury time.
Skor akhir Albacete vs Real Madrid ditutup 3-2, hasil yang memastikan klub divisi dua tersebut melaju ke babak berikutnya.
Statistik Ungkap Dominasi Tanpa Efektivitas

Secara statistik, Real Madrid tampil dominan dalam laga Albacete vs Real Madrid. Los Blancos mencatatkan 75 persen penguasaan bola dan 18 tembakan, namun hanya lima yang mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Albacete tampil jauh lebih efisien. Dengan penguasaan bola hanya 25 persen, mereka mampu mencetak tiga gol dari total 13 tembakan. Jumlah tendangan sudut Madrid yang mencapai 11 juga gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Susunan Pemain dan Keputusan Taktis
Real Madrid menurunkan formasi 4-3-3 dengan kombinasi pemain muda dan senior. Vinicius Junior, Federico Valverde, dan Arda Güler menjadi tumpuan di lini depan, sementara Andriy Lunin mengawal gawang.
Di kubu Albacete, formasi 4-4-2 terbukti efektif meredam serangan Madrid. Raúl Lizoain tampil solid di bawah mistar, sementara lini tengah Albacete disiplin menjaga jarak antarlini dan memanfaatkan celah di pertahanan Madrid.
Baca Juga: Barcelona vs Real Madrid: Siap Hadapi El Clasico, Ambisi Balas Dendam!
Dampak Kekalahan bagi Real Madrid di Sisa Musim
Kekalahan pada laga Albacete vs Real Madrid memberi dampak psikologis yang tidak kecil bagi skuad Los Blancos. Tersingkir dari Copa del Rey berarti satu target juara resmi telah hilang, sehingga tekanan terhadap performa di kompetisi lain otomatis meningkat. Setiap laga berikutnya kini akan dinilai lebih kritis, terutama oleh publik dan media Spanyol yang menaruh ekspektasi tinggi pada Real Madrid.
Situasi ini juga berpotensi memengaruhi kebijakan rotasi dan pendekatan taktik ke depan. Real Madrid dituntut tampil lebih pragmatis dan disiplin, terutama saat menghadapi lawan yang memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Jika evaluasi tidak segera dilakukan, hasil Albacete vs Real Madrid bisa menjadi awal dari periode sulit yang lebih panjang.
Faktor Kunci Kekalahan Real Madrid

Kekalahan Real Madrid dalam laga Albacete vs Real Madrid tidak lepas dari buruknya transisi bertahan. Beberapa pemain muda terlihat kehilangan posisi saat Albacete melakukan serangan balik cepat.
Selain itu, rotasi skuad yang dilakukan pelatih juga menjadi sorotan. Kurangnya chemistry antarpemain membuat Madrid kesulitan menjaga tempo permainan, terutama di menit-menit akhir yang justru menjadi penentu hasil laga.
Kesimpulan Albacete vs Real Madrid
Hasil Albacete vs Real Madrid menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Albacete tampil disiplin, efektif, dan berani mengambil risiko di momen penting, sementara Real Madrid gagal menjaga fokus hingga peluit akhir.
Tersingkirnya Real Madrid dari Copa del Rey juga membuka diskusi besar soal arah proyek tim dan konsistensi performa di kompetisi domestik. Jika masalah serupa terus berulang, bukan tidak mungkin kejutan serupa kembali terjadi di laga-laga berikutnya.